Sabtu, 09 Maret 2013

Obat Alami Mengatasi Gangguan Ginjal

Resep 1 
 
Bahan :
  • 15 gr daun Sukun kering,   + 1 gelas air mendidih, madu atau gula batu secukupnya.
Cara membuat :
  • Seduh bahan tersebut diatas, gunakan periuk tanah atau panci kaca.  Saring, setelah dingin dan bila  perlu campurkan Madu atau Gula Batu. Minum ramuan ini dua kali dalam sehari, selama sepuluh hari.
  • Dan selama mengkonsumsi ramuan ini, dilarang keras mengkonsumsi sayur bayam, daun singkong, daging merah, jeroan dan kangkung.
Resep 2
Bahan :
  • 1 rimpang Temulawak +  1 genggam daun Kumis Kucing segar + 1 genggam daun Meniran segar +  4 gelas air
  • Gula Aren secukupnya
Cara membuat :
Setelah semua bahan-bahan tersebut dicuci, rebus  dalam periuk tanah atau panci kaca hingga air tersisa separuhnya. Setelah dingin saring dan minum 3 kali dalam sehari. Untuk penambah rasa tambahkan gula Aren atau madu  sesuai selera anda.
Resep 3 :
Bahannya :
  • 60 gr Kumis Kucing segar (daun dan batangnya)
  • 30 gr daun Sendok segar
  • 30 gr Rumput Mutiara segar
  • 800 cc air
Cara membuatnya :
Cuci bersih semua bahan dan rebus hingga air tersisa 450 cc. Saring dan minum ramuan tersebut 3 kali sehari, masing-masing 150 cc.
Resep 4 :
Bahannya :
  • 30 gr Meniran segar (daun, batang dan akarnya)  +  60 gr akar alang-alang segar +  30 gr Pegagan segar
  • 800 cc air
Cara membuat :
Cuci bersih semua bahan, dan rebus hingga air tersisa 450 cc. Saring dan minum 3 kali sehari, masing-masing 150 cc.
Resep 5:
Bahannya :
  • 20 gr Sambiloto segar (batang dan daunnya) +  60 gr Krokot segar (berikut dengan akarnya) +  60 gr rambut Jagung segar
  • 800 cc air
Cara membuatnya :
Cuci bersih semua bahan dan rebus hingga air tersisa 450 cc. Saring dan minum 3 kali sehari masing-masing 150 cc.
Obat Alami Batu Ginjal
Resep 1 
Bahannya :
  • 4 tongkol Jagung muda +  1 genggam rambut Jagung +  8 helai daun Keji Beling segar
  • 1 gelas air
Cara membuatnya :
Cuci semua bahandan rebus sampai mendidih. Setelah dingin, saring dan minum selama 14 hari berturut-turut. Setelah batu keluar, apakah berupa butiran maupun buih, maka pengobatan harus dihentikan.
Resep 2
Bahannya :
  • 30 gr daun Meniran segar + 30 gr daun Kumis Kucing segar
  • 1 gelas air mendidih
Cara membuatnya :
Setelah dicuci bersih, seduh kedua bahan tadi. Biarkan sampai dingin, saring dan minum. Lakukan selama 5 hari berturut-turut
Obat Herbal Radang Ginjal
Bahannya :
  • 60-120 gr akar Alang-alang segar
  • 3 gelas air
Cara membuatnya :
Cuci bersih dan potong-potong seperlunya, kemudian rebus hingga air tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan bagi menjadi 3 bagian untuk 3 kali minum dalam sehari.
Obat Herbal Batu Empedu
Bahannya :
  • 5 tongkol Jagung muda
  • 5 gr daun Kumis Kucing segar
  • 1 gelas air
Cara membuatnya :
Setelah semua bahannya dicuci bersih, rebus sampai mendidih. Setelah dingin, saring dan minum sekali dalam sehari selama 14 hari berturut-turut.

Kumis Kucing











Cara Mengobati Penyakit Gagal Ginjal Dengan Kumis Kucing

Ginjal adalah sepasang organ tubuh yang bentuknya seperti kacang. Ginjal berfungsi untuk menyaring kotoran dari darah yang dikeluarkan dalam bentuk urin. Jika balita Anda meminum obat flek rimactazid yang berwarna merah, maka urinnya akan berubah menjadi merah. Itu membuktikan ginjal anak Anda telah bekerja dengan baik.  
Para pekerja kantoran sering didera nyeri pinggang jika mereka kekurangan minum, ini merupakan salah satu gejala gangguan ginjal. Penyakit gagal ginjal pada mulanya diawali keluhan-keluhan yang dianggap sepele.  


Sebagian besar masalah ginjal tidak perlu muncul kalau kita menjaganya. Upaya ini harus dilakukan sejak usia dini. Mulai dari kebiasaan tidak menahan “berkemih”, memilih air minum yang sehat, minum sehari 8 gelas air, membatasi minum teh dan kopi, meminum cairan penambah energi yang beraneka warna, kesalahan cara cebok (untuk perempuan yang membasuh dari muka ke belakang), terlambat mengganti pembalut, tidak tepat membersihkan organ intim dan sebagainya.
Keluhan gangguan ginjal antara lain adalah:

  1. Rasa panas waktu berkemih, keruh, berdarah.
  2. Terlalu sering berkemih.
  3. Membengkaknya kelopak mata.
  4. Tangan dan kaki membengkak.
  5. Nyeri pinggang
  6. Nyeri mulas, melilit di pinggang disertai mual dan muntah.
Ginjal yang rusak, fungsi penyaringnya akan menurun. Ginjal juga akan rusak bila terbentuk batu kemih. Batu kemih hanya terbentuk jika ada infeksiGinjal yang ada batunya mencetuskan hipertensi (tekanan darah tinggi).
Ginjal juga dapat terganggu setelah mengkonsumsi jengkol. Biasakanlah hidup sehat dengan minimal minum air 8 gelas sehari dan usahakan berkemih secara teratur (jangan menahan diri ketika Anda ingin berkemih).
Apabila mengalami salah satu keluhan di atas, lebih baik memastikan dengan memeriksakan diri ke dokter.    


Kumis Kucing si Peluruh Kencing
Kumis kucing tumbuh liar di sepanjang anak sungai, selokan, semak-semak di dataran rendah. Khasiatnya antara lain antiradang, infeksi kandung kencing, peluruh kencing, menghilangkan panas dan lembap, menghancurkan batu di saluran kemih, kencing manis, tekanan darah tinggi, rematik, dan sebagainya.
Berikut ini akan diuraikan cara mengobati infeksi saluran kencing, yang menyebabkan terlalu sering buang air kecil.
  1. Sediakan daun kumis kucing segar, meniran, dan akar alang-alang, masing-masing 30 gram.
  2. Cuci sampai bersih, potong-potong seperlunya kemudian direbus dalam 3 gelas air sampai tersisa sepatuhnya.
  3. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum sehari 3 kali, masing-masing setengah gelas.
Kencing Batu  
Batu ginjal umumnya diobati dengan cara ditembak laser. Berikut ini adalah cara tradisional untuk mengatasi batu ginjal.  
Cucilah sekitar 90 gram kumis kucing, lalu rebus dalam 1 liter air. Biarkan hingga mendidih dan sampai tersisa sebanyak 750 cc. Setelah dingin, minumlah tiga kali sehari, masing-masing satu per tiga bagian. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
Ternyat, obat terbaik itu letaknya di dapur (makanan yang sehat) dan pola hidup sehat serta obat alternatif ada di pekarangan belakang rumah kita.

PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK)

1. Apa saya bisa sembuh dengan penyakit ini?

Bila gagal ginjal yang terjadi bersifat kronis biasanya tidak dapat disembuhkan, tetapi fungsi ginjal Anda dapat digantikan dengan beberapa terapi, sedemikian rupa sehingga anda dapat hidup yang “layak”, seperti cuci darah (hemodialisis), CAPD atau cangkok ginjal (transplantasi).

2. Kenapa ginjal saya bisa tidak berfungsi seperti ini?

Banyak hal yang dapat menyebabkan ginjal tidak berfungsi atau disebut gagal ginjal, antara lain diabetes, hipertensi, asam urat, batu ginjal, infeksi ginjal, kista atau tumor ginjal atau bisa juga kelainan anatomis dari lahir.

3. Apakah saya harus minum obat terus sepanjang hidup saya?

Obat yang diberikan pada pasien sesuai dengan gangguan yang terjadi di tubuh. Apabila gangguan itu bersifat kronis seperti hipertensi, penyakit jantung, gagal ginjal, dll, pemberian obat juga dilakukan dalam waktu lama (kronis). Pada keadaan gagal ginjal kronis, biasanya obat diberikan untuk mempertahankan keadaan kadar ureum dan kreatinin agar tidak lebih tinggi kadarnya di darah, selain obat juga diberikan aturan makan dengan kadar protein rendah.

4. Bagaimana saya mengatur makanan saya?

Secara umum, makanan harus cukup kalori, rendah garam, protein secukupnya (1 gr/ per kilo berat-badan), minum kira-kira 800-1000 cc ditambah jumlah urin per 24 jam.

5. Makanan apa saja yang boleh saya makan?

Pengaturan makanan terutama ditujukan untuk menjaga supaya ureum dan kreatinin tidak semakin meningkat cepat dengan makanan rendah protein, terutama protein hewani. Mengurangi makanan yang mengandung tinggi garam untuk mengurangi hipertensi dan mencegah penimbunan cairan di tubuh.

6. Apa saja yang saya tidak boleh makan?

Makanan yang terlalu banyak mengandung garam, obat-obatan harus dikonsultasikan dulu pada dokter, jamu-jamuan. Sebaiknya sebelum mengkonsumsi diperhatikan apakah akan menganggu fungsi ginjal/kesehatan secara umum.

7. Kenapa tubuh saya lemas terus, tidak bertenaga, tidak nafsu makan dan selalu mual/ muntah?

Keluhan itu disebabkan karena meningkatnya ampas sisa metabolisme, yaitu ureum dan kreatinin yang beredar dalam darah dan tidak bisa keluar dari tubuh. Kadar ureum dan kreatinin yang meningkat tersebut dapat merangsang produksi asam lambung, sehingga menyebabkan keluhan seperti sakit maag (gastritis), yaitu mual, muntah, perih ulu hati, kembung dan tidak nafsu makan. Karena asupan makan yang kurang maka dengan sendirinya kalori untuk membuat energipun juga terbatas, akibatnya produksi sel darah merah menurun. keadaan itu dapat juga menyebabkan tubuh jadi lemas dan tidak bertenaga.

8. Gejala apa yang harus diperhatikan, yang merupakan tanda-tanda bahaya dari penyakit ini?

Mual, nyeri ulu hati, muntah darah, berak berwarna hitam, sesak nafas, kesadaran menurun, kejang-kejang dan anggota badan menjadi lemas/lumpuh.

9. Apa saya masih boleh bekerja?

Dapat, tapi harus disesuaikan dengan kemampuan fisik apakah setelah bekerja secara umum kondisi badan tetap baik.

10. Penyakit apa saja yang dapat menyebabkan PGK?

Diabetes melitus merupakan penyebab tersering PGK yang akhirnya membutuhkan dialisis, walaupun di Indonesia penyakit glomerular (peradangan ginjal) masih merupakan penyebab utama. Penyakit ginjal obstruksi-infeksi misalnya akibat batu dan infeksi saluran kemih yang terjadi secara berulang dapat pula berkembang menjadi PGK. Hipertensi, penggunaan obat atau zat lain yang toksik pada ginjal secara terus menerus dan penyakit sistemik seperti penyakit lupus dapat pula menyebabkan PGK.

11. Apakah PGK dapat disembuhkan?

Pada PGK yang sudah disertai penurunan fungsi ginjal berarti kedua ginjal sudah ikut terlibat. Biasanya kalau hanya satu ginjal yang terkena dan ginjal yang lain masih normal maka hasil pemeriksaan tes fungsi ginjal masih dalam batas normal.

12. Pada PGK ginjal mana yang terkena?

Sampai saat ini tidak ada obat khusus yang dapat memperbaiki fungsi ginjal. Pengobatan ditujukan untuk mengatasi atau mengobati penyakit yang dapat mempercepat progresivitas PGK (seperti hipertensi, diabetes, dll), menghindari konsumsi obat atau zat lain yang dapat mengganggu fungsi ginjal (misalnya seperti obat pereda sakit atau nyeri).

13. Apakah ada obat yang khusus memperbaiki fungsi ginjal?

Pasien PGK dapat hidup seperti biasa dengan memperhatikan berberapa hal seperti kontrol teratur dan mengikuti anjuran pengobatan baik dari dokter, ahli gizi yang mengatur pola makan, dan menghindari obat atau zat yang kemungkinan dapat, memperburuk fungsi ginjal.

14. Apa yang harus dilakukan pasien PGK?

PGK adalah penyakit yang progresif dan pada umumnya fungsi ginjal tidak pulih kembali. Pengobatan pada PGK dimaksudkan untuk menghambat progresivitas penyakitnya, karena kalau tidak diobati maka PGK akan berkembang mencapai stadium Gagal Ginjal yang akan membutuhkan dialisis.

15. My brother last month check the urine and blood then the result: Kreatinin = 2.3 (normal 0.7 – 1.2); Kreatinin clearance 39 (normal 97 – 137). How about his kidney? Can the kreatinin will normal again?

Kreatinin yang 2,3 mg/dl ini berarti sudah ada gangguan faal ginjal yang cukup besar, kreatinin clearance yang 39 ml/min adalah kalkulasi dari darah dan air kemih, diperhitungkan bahwa faal ginjal sudah turun sampai 40 % ( mustinya 100 %).
Kami tidak dapat menentukan apakah faal ginjal ini dapat normal kembali, ini bergantung dari penyebabnya/ penyakit ginjal apa yang diderita.
Sangat perlu dikonsultasi ahli ginjal dan hipertensi.
sumber: Dr. Surachno, ahli penyakit dalam, SGH, Amsterdam

16. Ibu saya pasien gagal ginjal. Saya minta penjelasan tentang Hemodialisis (HD) dan Cangkok ginjal.

HD harus dilakukan seminggu 2 x secara teratur tanpa boleh dilewatkan satu hari pun. HD hanya merupakan pengobatan pengganti ginjal yang sudah tak berfungsi sama sekali (kedua-duanya) sehingga bukan pengobatan untuk menyembuhkan sakit ginjal. apabila tak di HD maka seseorang akan jatuh kembali kedalam gagal ginjal yang berakibat mual muntah hebat, perdarahan, kejang-kejang dan koma bahkan kematian. Sehingga harus secara teratur dilaksanakannya.
Cangkok ginjal dapat dilakukan di Indonesia dengan syarat donornya adalah keluarga yang sehat dan memiliki golongan darah yang sama dengan ibu. biaya sekitar 200 juta dan setelah dilakkan ibu masih harus minum obat secara teratur seumur hidup dengan biaya 4-5 juta perbulan. Biaya mahal tetapi kualitas ibu lebih baik dari pada harus menjalani HD seminggu 2 x.
sumber: Dr. Rubin, SpPD, Bandung

17. Ibu saya sedang mengalami masalah kesehatan dengan kurang berfungsinya ginjal dengan baik. Hal ini sudah dimulai sejak mengalami diabetes kronis dan hipertensi 10 tahun lalu.
Data yg bisa saya sampaikan tentang Ibu:
- Gula Darah (sebelum dan sesudah makan) sangat labil.
- Tensi darah 200/110
- Ureum 200
- Kreatinin 6,9
- Golongan Darah O, rhesus +
Pertanyaan saya :
1. Apakah pengobatan dengan Dialisis adalah satu-satunya cara untuk mengembalikan fungsi ginjal?
2. Apakah proses dialisis bisa digantikan dengan transfusi darah baru ke dalam tubuh dan membuang darah lama dari tubuh? Jika memungkinkan bagaimana prosedurnya dan apakah cara ini lazim dan aman?


A. Kelihatannya memang ibu anda sudah mengalami gagal ginjal yang berat oleh karena menderita diabetes dan tekanan darah tinggi.
Ganti darah tidak ada gunanya sama sekali. Satu-satunya adalah dialisa untuk memperpanjang umur ibu anda. Transplantasi tergantung umur ibu anda dan hal hal kesehatan lainnya, disamping biaya yang cukup tinggi.
sumber: Dr. Surachno, ahli penyakit dalam, SGH, Amsterdam
B. Tampaknya ibu saudara sudah mengalami gagal ginjal terminal akibat DM dan Hipertensi, sehingga memerlukan hemodialisis rutin seminggu 2-3 kali. Apalagi pada pasien DM harus lebih dini dilakukan oleh karena komplikasi dimasa mendatang seperti serangan jantung, stroke dan kelainan pembuluh darah tepi di kaki akan memburuk dan menimbulkan masalah baru yang cukup mengancam jiwa.
Saran saya hemodialisis harus dilakukamn, kalau memiliki donor ginjal dari keluarga sendiri dan biaya memadai Transplantasi adalah pilihan terbaiknya. Jangan lupa hipertensi dan DMnya harus dikelola secara baik dengan cara diet yang ketat dan obat obatan terutama untuk DM sudah mememerlukan suntikan insulin. mudah mudahan info ini dapat menjelaskan pertanyaan saudara. Mengenai transfusi darah tidak ada tempatnya pada penyakit yang diderita ibu dan tka akan memperpaiki fungsi ginjalnya, transfusi darah hanya dilakukan pada pasien gagal ginjal yang hemoglobin darahnya dibawah 7. tetapi saat ini banyak obat yang dapat memacu kenaikan hemoglobin seperti EPO tapi tak makan memperbaiki keadaan ginjalnya.
sumber: Dr. Rubin, SpPD, Bandung

18. Kesalahan diri sendiri?

Saya akan memulai cerita ini sejak saya bersekolah di SMP (junior high school/1993), awal saya mengalami gangguan fungsi ginjal. Gejala awalnya yaitu saya sering sakit perut yang tiba-tiba dan tidak diketahui sebabnya, sakit perut itu sering kali kambuh dan berulang kali saya kontrol ke dokter tetapi tidak kunjung sembuh.
Kemudian Kelas 1 SMA (senior high school/tahun 1995), gangguan pada ginjal saya mulai menampakkan gejala yang kuat, yaitu urine saya merah karena bercampur dengan darah dan rasanya sangat sakit, kemudian saya dirawat di RS dan dirawat selama ±3 minggu.
Setelah keluar dari RS saya tidak pernah kontrol ke dokter (sebenarnya saya tidak mau kontrol, karena saya takut dokter dan saya sangat takut jarum), mungkin itu juga salah satu penyebab gagal ginjal saya yang sekarang.
Pada saat kuliah (tahun 1997) kehidupan saya tidak teratur, tidak teratur dalam banyak hal, seperti kebiasaan makan yang tidak sehat, kurang minum, olahraga yang tidak mengenal waktu, dan saya sering tidur larut malam, hal ini disebabkan oleh kehidupan sosial saya pada waktu itu yang masih kuliah, mengalami kebebasan karena jauh dari pengawasan orang tua.
Pada akhir tahun 1999, saya mengalami sakit kepala yang berat, muntah-muntah dan tekanan darah tinggi, kemudian setelah cek darah saya dinyatakan mengalami gagal ginjal akut, karena kondisi tubuh saya yang terus memburuk, maka pada tanggal 29 Januari 2000 saya harus melakukan cuci darah.
Saat cuci darah adalah masa yang sangat kelam bagi saya, saya sangat sedih, kemudian saya sering melihat kepada kehidupan saya yang lalu. Saat itu saya sering menyalahkan diri sendiri, kenapa saya bisa sampai sakit seperti ini.
Dari riwayat hidup anda saya dapat menentukan diagnosa penyakit ginjal anda dari awal mulanya yaitu yang kita namakan Morbus Berger atau IgA nephropathy. Penyakit ini pada permulaan tidak begitu mengganggu faal ginjal tetapi dalam beberapa tahun penyakit ini dapat kambuh dan mengakibatkan gangguan faal ginjal yang berat sehingga harus dialisa.
Perlu diketahui bahwa penyakit ini tidak ada obatnya sama sekali dan berjalan secara otonom; gaya hidup tidak ada pengaruh sama sekali, jadi janganlah menyalahkan diri sendiri atas nasib yang kurang baik ini.
sumber: Dr. Surachno, ahli penyakit dalam, SGH, Amsterdam

19. Bagaimana mengontrol minum?

Saya punya pengalaman yang sangat berguna bagi sesama pasien yang kesulitan mengontrol minum, yaitu dengan mengganti air minum dengan mengkonsumi agar-agar, termasu ketika meminum obat.
Ibu Sri, Bandung; sumber: Buletin Bina Ginjal, Bandung

20. Apakah penyebab gatal dan apakah harus dilakukan?

Gatal adalah kondisi yang sangat menjengkelkan pada pasien HD. Penyebab gatal antara lain faktor uremik, kelebihan alumunium, phospat, histamine serta kondisi klinis lainnya seperti xerosis kulit dan kekurangan zat besi.
Interaksi antara selang dengan darah, serta penyesuaian dengan membrane dialiser juga bisa menjadi pemicu timbulnya gatal tersebut. Selain itu kadar ureum tinggi serta tindakan HD dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan timbul keinginan untuk menggaruk, sehingga dapat menimbulkan masalah lain seperti luka dan infeksi pada kulit.
Beberapa langkah dalam mengatasi gatal tersebut diantaranya adalah menggunakan dialiser yang mudah menyesuaikan dengan darah dan menjaga kebersihan lingkungan, agar mencegah penyebab bawaan dari organisme yang tidak dikenal. Penggunaan antihistamin dapat mengurangi keinginan untuk menggaruk. Untuk mengatasi kekeringan pada kulit dapat digunakan salep/body lotion yang cukup efektif untuk mengontrol rasa gatal walaupun tidak sepenuhnya. Selain itu, ada juga terapi dengan menggunakan irradiasi Ultraviolet-B yang kadang cukup berhasil (sciencelinks.jp.com, www.sjkdt.org).
sumber: Buletin Bina Ginjal edisi 14, Bandung

Ginjal : Gejala, Pengobatan dan Pencegahan


     Penyakit ginjal, sebagai salah satu alat pengeluaran (ekskresi), ginjal bekerja membuang sampah sisa metabolisme yang terjadi pada tubuh manusia. Ginjal juga secara sistematis membuang cairan berlebhan dari tubuh sebanyak 750 ml – 1500 ml perhari. Ketika ginjal tidak berfungi atau istilah dunia kedokterannya disebut gagal ginjal.
     Kondisi dimana sisa metabolisme tidak dikeluarkan dari tubuh, sehingga menjadi racun bagi tubuh Anda sendiri. Racun akibat gagal ginjal ini selanjutnya akan menimbulkan rasa mual, muntah, sakit kepala hebat bahkan sampai penurunan kesadaran. Sesak nafas dan sembab pun dapat terjadi akibat penumpukan cairan yang tidak bisa keluar sehingga menumpuk di rongga tubuh.
     Gagal ginjal dapat dibagi atas gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik. Gagal ginjal akut yang timbul dengan tiba-tiba dalam hitungan hari serta minggu. Jika mendapatkan pengobatan yang tepat, gagal ginjal akut dapat disembuhkan. Sedangkan gagal ginjal kronik timbul perlahan secara menahun dan tidak dapat disembuhkan sehingga harus menjalani pengobatan seumur hidup.
      Gagal ginjal akut dapat disebabkan oleh peristiwa yang terjadi secara akut, misalnya penyumbatan total saluran ginjal oleh batu. Bisa juga karena kekurangan cairan pada diare yang tidak segera diatasi dan kekurangan darah pada orang yang luka dan setelah operasi. Gagal ginjal akut pun dapat dipicu karena infeksi berat serta keracunan obat dan zat kimia tertentu. Jika gagal ginjal akut tidak ditangani dengan baik dapat berubah menjadi gagal ginjal kronik yang permanen.
     Seseorang dengan gagal ginjal akut akan memiliki gejala nyeri pinggang yang amat sangat (kolik), bengkak mata, bengkak kaki, sakit ketika buang air kecil, demam, kencing merah (terdapat darah), buang air kecil sedikit atau sering buar air kecil. Gagal ginjal akut ditandai dengan adanya kelainan pada urine, seperti ada protein dalam urine, eritrosit, sel darah putih (lekosit), dan bakteri dalam urine.
     Pada gagal ginjal kronik, gejalanya melingkupi mual, muntah, bengkak-bengkak, lemas, nafsu makan berkurang, buang air kecil berkurang, sesak nafas, gatal, wajah pucat (anemia). Dan adanya kelainan urine seperti adanya protein, eritrosit, lekosit dalam urine. Hasil laboratorium pun akan menunjukkan adanya kelainan lainnya seperti creatinine darah naik, Hb turun, dan dalam urine selalu mengandung protein (protein selalu positif dalam urine).
 
Pengobatan
Pengobatan pada penyakit ginjal ditujukan untuk mengendalikan gejala, meminimalisir komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Dokter akan memberikan obat-obatan atau terapi untuk mengobati penyakit jika diketahui penyebabnya merupakan dampak penyakit lain. Misalnya, pemberian obat untuk pengobatan anemia, hipertensi atau kolesterol tinggi.
Diawali dengan pembatasan cairan, pengobatan penyakit gagal ginjal dilanjutkan dengan mengurangi makanan mengandung protein, garam dan fosfat. Cuci darah (dialysis) dilakukan jika pengobatan tidak dapat diatasi secara konservatif. Pada gagal ginjal kronik, umumnya pengobatan harus dilakukan cuci darah seumur hidup atau menjalani transplantasi ginjal.
 
Pencegahan
Penyakit gagal ginjal dapat dicegah dengan mengatasi penyakit penyebabnya. Jika Anda menderita diabetes atau hipertensi, maka harus ditangani dan dikendalikan dengan seksama. Jika terdapat batu ginjal maka harus dikeluarkan dengan segera.
Hindari mengkonsumsi obat tanpa resep dokter karena banyak sekali obat yang diketahui merusak ginjal. Termasuk obat anti sakit, rematik serta jamu yang dijual bebas di warung. Jalani pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi, tidak mengkonsumsi alkohol, diet sodium, mengatur asupan kalium dan magnesium, hindari rokok dan berolahraga.
Lindungi diri Anda dan keluarga dari penyakit ginjal dengan menerapkan pola hidup sehat dan mendeteksi penyakit sedari dini.

Pola Makan untuk Pasien Gagal Ginjal

Saat Anda menderita gagal ginjal kronik, Anda perlu mengganti pola makan Anda. Pengaturan diet ini bertujuan untuk menjaga kesimbangan elektrolit, mineral, dan cairan pada penderita gagal ginjal, serta membatasi jumlah zat sisa metabolisme yang tertimbun di dalam tubuhnya. Pengaturan diet ini harus disesuaikan dengan tingkat keparahan gangguan fungsi ginjal seorang pasien, sehingga harus dikonsultasikan lagi dengan dokter yang merawat pasien gagal ginjal tersebut. Secara umum, yang harus diperhatikan adalah:
  • Pembatasan konsumsi protein. Sangatlah penting untuk mendapatkan jumlah protein yang tepat karena protein diperlukan untuk membentuk otot, memperbaiki jaringan yang rusak dan melawan infeksi. Asupan protein yang sesuai akan membuat tubuh mendapatkan protein yang cukup tanpa menghasilkan urea (hasil metabolisme protein) berlebihan dan memperberat kerja ginjal. Protein hewani berasal dari telur, ikan, daging, keju, dan susu. Protein nabati berasal dari kacang-kacangan dan biji-bijian.
  • Pengurangan konsumsi garam. Batasi konsumsi garam sampai 4-6 gram sehari untuk mencegah timbunan cairan dalam tubuh dan membantu mengontrol tekanan darah Anda. 
  • Batasi asupan cairan.  Pada stadium awal, mungkin Anda tidak perlu membatasi asupan cairan. Namun, saat fungsi ginjal memburuk dan pasien menjalani dialisis (cuci darah), pasien akan menghasilkan urin dalam jumlah sangat sedikit atau bahkan tidak kencing sama sekali. Hal ini akan menyebabkan timbunan cairan dalam tubuh sehingga menyebabkan timbunan cairan di jantung, paru dan tungkai. Yang termasuk cairan adalah air minum, kuah sayuran, kuah sup, jeli dan sebagainya. 
  • Batasi asupan kalium karena ginjal yang sudah rusak tidak dapat membuangnya dari dalam tubuh. Kalium yang tinggi akan menyebabkan irama jantung yang tidak normal dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Contoh makanan dengan kandungan kalium yang tinggi adalah pisang, jeruk, alpukat, kiwi, kismis, kacang-kacangan, kentang, asparagus, tomat, dan labu. Pilihlah peach, pear, cherry, apel, strawberry, nanas, dan semangka, brokoli, kol, wortel, bunga kol, seledri, ketimun, terong, selada, bawang.
  • Batasi asupan fosfor untuk menjaga kesehatan tulang. Kelebihan fosfor dalam darah akan menyebabkan kalsium berkurang sehingga tulang menjadi rapuh. Contoh makanan yang tinggi fosfor adalah telur, susu, yoghurt, keju, biji-bijian, dan minuman bersoda. Anda mungkin akan memerlukan kalsium tambahan dan vitamin D untuk menjaga keseimbangan kalsium dan fosfor dalam tubuh Anda.
Asupan kalori harus tetap cukup untuk mencegah penghancuran jaringan tubuh yang sudah ada. Jika Anda memiliki berat badan berlebih, Anda mungkin harus mengurangi asupan karbohidrat. Lemak dapat menjadi sumber kalori yang baik bagi tubuh. Pastikan lemak yang dikonsumsi termasuk dalam golongan monounsaturated dan polyunsaturated (misalnya minyak zaitun, canola) untuk membantu melindungi pembuluh darah Anda.
Pasien dengan gagal ginjal kronik biasanya mengalami anemia dan membutuhkan suplemen zat besi. Makanan yang mengandung banyak zat besi adalah hati, daging sapi, daging ayam, sereal yang diperkaya dengan zat besi.

Gagal Ginjal

Ginjal (renal) adalah organ tubuh yang memiliki fungsi utama untuk menyaring dan membuang zat-zat sisa metabolisme tubuh dari darah dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit (misalnya kalsium, natrium, dan kalium) dalam darah. Ginjal juga memproduksi bentuk aktif dari vitamin D yang mengatur penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan sehingga membuat tulang menjadi kuat. Selain itu ginjal memproduksi hormon eritropoietin yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah, serta renin yang berfungsi mengatur volume darah dan tekanan darah.













Gagal ginjal adalah suatu kondisi di mana ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal. Pada kondisi normal, pertama-tama darah akan masuk ke glomerulus dan mengalami penyaringan melalui pembuluh darah halus yang disebut kapiler. Di glomerulus, zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak terpakai dan beberapa yang masih terpakai serta cairan akan melewati membran kapiler sedangkan sel darah merah, protein dan zat-zat yang berukuran besar akan tetap tertahan di dalam darah. Filtrat (hasil penyaringan) akan terkumpul di bagian ginjal yang disebut kapsula Bowman. Selanjutnya, filtrat akan diproses di dalam tubulus ginjal. Di sini air dan zat-zat yang masih berguna yang terkandung dalam filtrat akan diserap lagi dan akan terjadi penambahan zat-zat sampah metabolisme lain ke dalam filtrat. Hasil akhir dari proses ini adalah urin (air seni).
Gagal ginjal dibagi menjadi dua bagian besar yakni gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik. Pada gagal ginjal akut terjadi penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu dan ditandai dengan hasil pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin darah) dan kadar urea nitrogen dalam darah yang meningkat. Sedangkan pada gagal ginjal kronis, penurunan fungsi ginjal terjadi secara perlahan-lahan. Proses penurunan fungsi ginjal dapat berlangsung terus selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun sampai ginjal tidak dapat berfungsi sama sekali (end stage renal disease). Gagal ginjal kronis dibagi menjadi lima stadium berdasarkan laju penyaringan (filtrasi) glomerulus (Glomerular Filtration Rate = GFR) yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini. GFR normal adalah 90 - 120 mL/min/1.73 m2.

Stadium
GFR (ml/menit/1.73m2)
Deskripsi
1
Lebih dari 90
Kerusakan minimal pada ginjal, filtrasi masih normal atau sedikit meningkat
2
60-89
Fungsi ginjal sedikit menurun
3
30-59
Penurunan fungsi ginjal yang sedang
4
15-29
Penurunan fungsi ginjal yang berat
5
Kurang dari 15
Gagal ginjal stadium akhir (End Stage Renal Disease)

Penyebab Gagal Ginjal
Penyebab gagal ginjal akut dapat dibedakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu:
  • Penyebab prerenal, yakni berkurangnya aliran darah ke ginjal.Hal ini dapat disebabkan oleh:
    • hipovolemia (volume darah yang kurang),  misalnya karena perdarahan yang hebat.
    • Dehidrasi karena kehilangan cairan, misalnya karena muntah-muntah, diare, berkeringat banyak dan demam.
    • Dehidrasi karena kurangnya asupan cairan.
    • Obat-obatan, misalnya obat diuretic yang menyebabkan pengeluaran cairan berlebihan berupa urin.
    • Gangguan aliran darah ke ginjal yang disebabkan sumbatan pada pembuluh darah ginjal.
  • Penyebab renal di mana kerusakan terjadi pada ginjal.
    • Sepsis: Sistem imun tubuh berlebihan karena terjadi infeksi sehingga menyebabkan peradangan dan merusak ginjal.
    • Obat-obatan yang toksik terhadap ginjal.
    • Rhabdomyolysis: terjadinya kerusakan otot sehingga menyebabkan serat otot yang rusak menyumbat sistem filtrasi ginjal. Hal ini bisa terjadi karena trauma atau luka bakar yang hebat.
    • Multiple myeloma.
    • Peradangan akut pada glomerulus, penyakit lupus eritematosus sistemikWegener's granulomatosis, dan Goodpasture syndrome.
  • Penyebab postrenal, di mana aliran urin dari ginjal terganggu.
    • Sumbatan saluran kemih (ureter atau kandung kencing) menyebabkan aliran urin berbalik arah ke ginjal. Jika tekanan semakin tinggi maka dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan ginjal menjadi tidak berfungsi lagi.
    • Pembesaran prostat atau kanker prostat dapat menghambat uretra (bagian dari saluran kemih) dan menghambat pengosongan kandung kencing.
    • Tumor di perut yang menekan serta menyumbat ureter.
    • Batu ginjal.
Sedangkan penyebab gagal ginjal kronik antara lain:
  • Diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2 yang tidak terkontrol dan menyebabkan nefropati diabetikum.
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  • Peradangan dan kerusakan pada glomerulus (glomerulonefritis), misalnya karena penyakit lupus atau pasca infeksi.
  • Penyakit ginjal polikistik, kelainan bawaan di mana kedua ginjal memiliki kista multipel.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka lama atau penggunaan obat yang bersifat toksik terhadap ginjal.
  • Pembuluh darah arteri yang tersumbat dan mengeras (atherosklerosis) menyebabkan aliran darah ke ginjal berkurang, sehingga sel-sel ginjal menjadi rusak (iskemia). 
  • Sumbatan aliran urin karena batu, prostat yang membesar, keganasan prostat.
  • Infeksi HIV, penggunaan heroin, amyloidosis, infeksi ginjal kronis, dan berbagai macam keganasan pada ginjal.

Gejala Gagal Ginjal
Gagal ginjal stadium awal sangat sulit dideteksi karena tidak menimbulkan keluhan atau ciri-ciri yang jelas. Di rumah sakit, kasus gagal ginjal biasanya terdeteksi dengan pemeriksaan ureum dan kreatinin darah. Gejala yang berhubungan dengan gagal ginjal biasanya tidak khas, misalnya anoreksia, mual, muntah dan perubahan status mental yang disebabkan oleh penumpukan zat-zat sisa metabolisme tubuh khususnya urea serta pembengkakan tungkai atau bagian tubuh lain karena penumpukan cairan. Beberapa pasien, terutama yang gagal ginjalnya disebabkan oleh kelainan prerenal, akan mengalami penurunan jumlah urin (jumlah urin normal minimal 0.5–1.0 mL/kgBB/jam).
Gejala Gagal Ginjal Akut
Ciri gagal ginjal akut berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya: apakah prerenal, renal atau postrenal.
Gagal ginjal akut yang disebabkan oleh kondisi prerenal biasanya memberikan gejala rasa haus dan pusing saat perubahan posisi tubuh (ortostatik) karena penurunan tekanan darah, denyut nadi yang cepat (>100x/menit), bibir kering, dan produksi keringat berkurang.
Gagal ginjal akut karena penyakit pada ginjalnya sendiri dapat dicurigai jika sebelumnya terjadi kondisi yang menyebabkan aliran darah ke ginjal terganggu dan menyebabkan ginjal rusak. Jika kerusakan ginjal dicurigai karena bahan-bahan yang bersifat toksik terhadap ginjal, maka dapat ditelusuri riwayat penggunaan obat-obatan sebelumnya atau penyakit-penyakit yang dapat menghasilkan zat-zat berbahaya bagi ginjal. Nyeri pinggang juga dapat menyertai jika gagal ginjal disebabkan kelainan pembuluh darah ginjal atau peradangan pada ginjal.
Penyebab postrenal dapat memberikan gejala nyeri pinggang dan nyeri suprapubik (nyeri di daerah perut bawah) karena pembesaran kandung kencing dan saluran kencing. Nyeri yang bersifat hilang timbul dan menjalar sampai ke kantong zakar biasanya disebabkan oleh sumbatan akut pada saluran kencing. Jika dicurigai pembesaran prostat sebagai penyebab gagal ginjal akut, dapat dicari riwayat sering kencing malam hari, frekuensi kencing yang meningkat dan pada pemeriksaan ditemukan prostat yang membesar.
Gejala Gagal Ginjal Kronik
Pada tahap awal gagal ginjal kronik, mungkin tidak ditemukan gejala klinis karena ginjal masih bisa beradaptasi dalam menjalankan fungsinya. Pada tahap lanjut, gagal ginjal kronis dapat menyebabkan anemia dengan gejala lemas, letih, lesu dan sesak napas. Terjadi penumpukan cairan tubuh yang lebih banyak lagi sehingga menyebabkan pembengkakan seluruh bagian tubuh. Beberapa pasien memberikan gajala yang disebabkan keadaan uremik (kadar urea dalam darah yang meningkat urea) yakni mual, muntah dan perubahan status mental (ensefalopati), disertai ketidakseimbangan elektrolit. Pemeriksaan USG ginjal dapat membantu dalam mendiagnosis gagal ginjal kronis.
Pengobatan Gagal Ginjal
Sebetulnya penyakit gagal ginjal tidak bisa "disembuhkan" dalam artian mengembalikan ginjal ke keadaan semula. Yang dimaksud dengan pengobatan gagal ginjal adalah mencegah semakin bertambahnya kerusakan pada ginjal dengan cara mengatasi penyebab gagal ginjalnya. Oleh karena itu, terapi pada gagal ginjal bisa bervariasi tergantung dari penyebabnya.
Pada gagal ginjal akut, dokter akan berusaha memperbaiki aliran darah ke ginjal (prerenal), menghentikan penggunaan obat-obatan yang merusak ginjal (renal) atau mengangkat sumbatan pada saluran kencing pasien (postrenal). Jika diperlukan, mungkin dokter akan menyarankan untuk melakukan cuci darah untuk membuang zat-zat sisa metabolisme yang tertimbun di dalam tubuh.
Gagal ginjal kronik tidak dapat disembuhkan. Jadi tujuan terapi pada pasien dengan gagal ginjal kronik adalah:
  1. Memperlambat kerusakan ginjal yang terjadi
  2. Mengatasi faktor yang mendasari gagal ginjal kronis (misalnya: kencing manis, hipertensi, dll)
  3. Mengobati komplikasi dari penyakit
  4. Menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak dapat bekerja
Untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal yang lebih parah dan mengatasi faktor yang memperburuk fungsi ginjal, maka diperlukan kontrol gula darah yang baik pada pasien diabetes mellitus, kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi (usahakan tekanan darah di bawah 130/80 mmHg), dan pengaturan pola makan yang sesuai dengan kondisi ginjalnya.
Komplikasi dari gagal ginjal juga harus ditangani. Penumpukan cairan diatasi dengan pemberian obat, anemia diatasi dengan pemberian obat yang menstimulasi pembentukan sel darah merah dan kadang-kadang ditambah suplemen zat besi. Penyakit tulang dapat terjadi karena kegagalan ginjal untuk menghasilkan vitamin D bentuk aktif dan ketidakmampuan ginjal untuk membuang zat fosfor. Oleh karena itu dapat diberikan vitamin D bentuk aktif dan obat yang mengikat fosfor ke usus.
Pada gagal ginjal stadium akhir, fungsi ginjal dapat digantikan hanya dengan dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal. Perencanaan dialisis atau transplantasi ginjal biasanya dimulai pada gagal ginjal kronik stadium IV.

GAGAL GINJAL

Biasanya Seseorang divonis gagal ginjal apabila KREATINnya diatas 1,5 mg/dl, UREUMnya diatas 50 mg/dl dan hemoglobinnya drop dibawah 12 g/dl.

Berdasarkan data tersebut diatas maka seseorang dianjurkan oleh Dokter Internist ginjal untuk cuci darah dan biasanya sesudah sekali cuci darah , selanjut terus menerus cuci darah  dan pada umumnya seseorang cuci darah satu minggu dua kali.

Gagal ginjal bisa disembuhkan minimal mengurangi cuci darah sari satu minggu 2 kali menjadi satu minggu 1 kali, selanjutnya dua minggu sekali, tiga minggu sekali , empat minggu sekali dan akhirnya berhenti cuci darah.

Rata-rata seseorang yang cuci darah disebabkan ginjalnya mengecil, Fakta ini didapatkan dari hasil CT scans atau MRI Scans. Akibat dari ginjal mengecil biasanya ditandai nyeri pinggang hebat, bengkak mata dan kaki, kencing sakit, dll. Dari pengalaman dan cerita pasien gagal ginjal disebabkan awalnya dari : 1. Darah Tinggi, 2. Diabetes, 3. Asam Urat 4.Infeksi saluran Kencing (biasanya lebih banyak wanita) 5.dll.
Gagal Ginjal seperti ini orang banyak menyebutnya Gagal Ginjal Akut

Sedangkan gagal ginjal yang membesar ukurannya dari CT Scans atau MRI Scans, hal ini disebabkan buang air besar (b a b) yang terus menerus(diare) dan dehidrasi air, sehingga menyebabkan ginjalnya membesar, tetapi ini jarang sekali terjadi , biasanya disebut gagal ginjal kronik, tanda-tandanya : lemes, sesak nafas, mual, muntah, tidak ada tenaga, bengkak, nafsu makan berkurang.

Setelah mengenali sakit gagal ginjal dari pasien, maka seorang pasien diwajibkan membawa hasil laboratorium  terbaru berupa : 1.Hemoglobin 2. Kreatin 3. Ureum 4. Natrium 5.Albumin protein  6. Hasil CT scans atau MRI Scans untuk memastikan ginjalnya menegecil atau membesar. Gagal ginjal yang masih lancar kencingnya lebih cepat masa penyembuhhannya karena sisa kreatin dan ureum diginjal lebih cepat dibuang.

Cara Mengobati Gagal Ginjal

Sebetulnya penyakit gagal ginjal tidak bisa "disembuhkan" dalam artian mengembalikan ginjal ke keadaan semula. Yang dimaksud dengan pengobatan gagal ginjal adalah mencegah semakin bertambahnya kerusakan pada ginjal dengan cara mengatasi penyebab gagal ginjalnya. Oleh karena itu, terapi pada gagal ginjal bisa bervariasi tergantung dari penyebabnya.
Pada gagal ginjal akut, dokter akan berusaha memperbaiki aliran darah ke ginjal (prerenal), menghentikan penggunaan obat-obatan yang merusak ginjal (renal) atau mengangkat sumbatan pada saluran kencing pasien (postrenal). Jika diperlukan, mungkin dokter akan menyarankan untuk melakukan cuci darah untuk membuang zat-zat sisa metabolisme yang tertimbun di dalam tubuh.
Gagal ginjal kronik tidak dapat disembuhkan. Jadi tujuan terapi pada pasien dengan gagal ginjal kronik adalah:
  1. Memperlambat kerusakan ginjal yang terjadi
  2. Mengatasi faktor yang mendasari gagal ginjal kronis (misalnya: kencing manis, hipertensi, dll)
  3. Mengobati komplikasi dari penyakit
  4. Menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak dapat bekerja
Untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal yang lebih parah dan mengatasi faktor yang memperburuk fungsi ginjal, maka diperlukan kontrol gula darah yang baik pada pasien diabetes mellitus, kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi (usahakan tekanan darah di bawah 130/80 mmHg), dan pengaturan pola makan yang sesuai dengan kondisi ginjalnya.
Komplikasi dari gagal ginjal juga harus ditangani. Penumpukan cairan diatasi dengan pemberian obat, anemia diatasi dengan pemberian obat yang menstimulasi pembentukan sel darah merah dan kadang-kadang ditambah suplemen zat besi. Penyakit tulang dapat terjadi karena kegagalan ginjal untuk menghasilkan vitamin D bentuk aktif dan ketidakmampuan ginjal untuk membuang zat fosfor. Oleh karena itu dapat diberikan vitamin D bentuk aktif dan obat yang mengikat fosfor ke usus.
Pada gagal ginjal stadium akhir, fungsi ginjal dapat digantikan hanya dengan dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal. Perencanaan dialisis atau transplantasi ginjal biasanya dimulai pada gagal ginjal kronik stadium IV.