Jumat, 05 Juli 2013

Perbandingan antara HD dengan CAPD



Pasien Gagal Ginjal pada umumnya memilih terapi pengganti fungsi ginjal dengan cara Cuci Darah, istilah medisnya Hemodialisis (HD), karena dianggap lebih sederhana, praktis dan murah. Padahal sekarang para pasien di Negara-negara maju banyak yg sudah beralih ke CAPD, bahkan Negara tetangga saja sudah sejak tahun 1980-an mempraktekannya. Singapura, Thailand, Malaysia, Philipina, Cina dll.
Di Negara tersebut para pasien yg baru divonis gagal ginjal kronis/terminal akan langsung dioperasi pasang cateter di perutnya agar bisa melakukan refil (isi ulang) cairan ke dalam perut. Bahkan cairan Dianeal yang merupakan kebutuhan pokok pasien CAPD di Indonesia pun sampai sekarang masih di impor dari Singapura.
Agar lebih jelas mengetahui perbedaan antara cuci darah (HD) dengan cuci perut (CAPD), silakan Anda perhatikan bagian berikut ini:

HD (Hemo Dialysis)  atau Cuci Darah

CAPD (Continues Ambulatory Peritoneum Dialysis) atau Cuci Perut

Fungsi
Menyaring racun darah dan mengeluarkannya bersama cairan tubuh, agar darah menjadi bersih.
Menyerap racun darah dan kelebihan cairan pada tubuh pasien dengan system difusi melalui membran peritoneum di dalam perut.

Proses
Darah dialirkan ke mesin penyaring racun melalui selang yang ditusukkan dengan jarum vistula pada urat nadi di pangkal paha (selangkangan jika belum memiliki Ave-shunt) untuk menyalurkan darah keluar dan satu jarum lagi di tangan untuk memasukkan darah yg sudah bersih. Jarum vistula bisa dipasang keduanya di tangan bila sudah operasi Ave-shunt.
Sebelum melakukan refill(isi ulang) pasien harus menjalani operasi pemasangan cateter di perut sebelah kanan. Melalui satu cateterlah cairan masuk dan keluar, karena cairan yg akan diisi sudah dilengkapi dg kantong yg kosong untuk pembuangan makanya disebut twinbag Dianeal yg hanya sekali pakai. Tidak membutuhkan mesin, karena hanya menggunakan gaya gravitasi baik untuk pengeluaran cairan, maupun pemasukkan cairan.

Tempat
Harus dilakukan di rumah sakit tertentu yang memiliki fasilitas ruangan khusus untuk hemo dialysis.
Dapat dilakukan di mana saja, asal bersih, baik di rumah, di dalam mobil bahkan di tempat wisata.

Waktu
Setiap kali cuci darah membutuhkan waktu selama 4 s.d.5 jam dalam periode 2 s.d. 3kali per minggu. Banyak tambahan waktu yang dibutuhkan untuk menunggu giliran, pemasangan alat dan pencabutan alat.
Satu kali refill hanya membutuhkan waktu 20 s.d. 30 menit, setiap hari sebanyak 3 atau 4 kali refill.

Menu Makanan dan Minuman
Makanan yang berkelium tinggi terutama santan, buah-buahan dan sayuran hanya diperbolehkan dalam porsi yang sangat kecil.Contohnya, sebuah apel Fuji hanya bisa dikonsumsi ¼ s.d. 1/3-nya satu kali dalam sehari.
Volume air minum juga sangat terbatas. Sangat dianjurkan banyak makan protein.
Asupan gizi yg mengandung protein harus  dua kali lipat porsi makan orang sehat! Makan minum lebh bebas. Kita bisa memakan apel Fuji 2
s.d.3 buah per hari bahkan makan sayuran pun boleh. Lotek, karedok, rujak hiris, rujak ulek, rujak bebek, dll masih bisa kita konsumsi dalam porsi yang cukup, tetapi jangan berlebihan. Volume air minum bisa banyak disesuaikan dengan akumulasi cairan yang terserap dianeal setiap harinya.

Biaya
Biaya operasi Ave-shunt ( Cimino) untuk memperbesar pembuluh darah di tangan,transfort menuju tempat HD 2 s.d.3 kali per minggu besarnya tergantung jarak tempuh, biaya proses HD jika tak memiliki kartu jaminan Askes atau sejenisnya, juga obat-obatan.
Biaya operasi pemasangan carteter memang cukup tinggi sekitar 25 jutaan, tapi bagi peserta Askes tak jauh beda dengan pasang Ave-shunt, tak ada biaya transfor bolak-balik ke rumah sakit, paling sebulan sekali beli cairan sekitar 5 jutaan (peserta Askes gratis), obat-obatan yg dikonsumsi semakin berkurang, kecuali betadin, NaCl, kassa dan plester untuk dressing tutup execite.

Kebutuhan Tenaga Medis
Sangat membutuhkan bantuan tenaga medis yang professional, untuk memasang dan mencabut jarum vistula.Harus selalu dalam pengawasan perawat/dokter jaga, karena banyak resiko yang terjadi saat HD berlangsung.
Tidak membutuhkan bantuan tenaga medis yang professional, seperti dokter jaga dan perawat, karena bisa dilakukan sendiri atau bantuan anggota keluarga,setelah kita mengikuti pelatihan selama tiga hari.

Efek Samping/ dampak negatif
Sering mengalami kram akibat dehidrasi karena terlalu banyak cairan yg tersedot mesin, menggigil kedinginan, pusing, mual-mual, muntah, tensi ngedrop tiba-tiba, sesak napas bahkan sampai pingsan. Biasanya badan jadi lemas, karena terkuras energy dan saripati makanan dalam darah kita. Kehilangan nafsu makan,bahkan lidahpun mati rasa.  Esoknya badan masih terasa loyo. Lusanya baru mulai bertenaga lagi, itu pun kalau asupan gizinya bagus! Hari ke-3 atau ke-4 harus siap-siap HD lagi.
Kulit akan semakin hitam, karena penumpukkan Fe di permukaan kulit yg tidak terbuang, gatal-gatal seluruh tubuh, osteoporosis, dan sulit tidur. Sisa fungsi ginjal semakin berkurang, akhirnya urine pun tak bisa keluar lagi. Kerja jantung semakin berat saat HD berlangsung, sehingga jantung pun beresiko tinggi mengalami gangguan. Jika terjadi uremia, sesak napas atau hiper kalemia harus cepat datang ke tempat HD, di mana pun dan kapan pun kita berada, jangan menunggu sampai esok harinya! Kalau tidak cepat diambil tindakan, maka akibatnya…..saya tak berani mengatakannya.
Sekali-kali perut terasa kembung, gatal-gatal, pegal linu atau kurang tidur. Bisa juga mual-mual sampai muntah, karena hiper kalemia.
Jika  mengalami hiper kalemia, atau sesak napas akibat terlalu banyak minum, kita bisa mengatasinya dengan mempercepat waktu periode refil sehingga refill bisa dilakukan sampai dengan 5 kali. Agar kalium yang berlebih cepat terbuang.

Dampak Positif
Bisa mengeluarkan racun dalam darah dan kelebihan cairan di tubuh.
Selain bisa mengeluarkan racun dalam darah dan kelebihan cairan dalam tubuh, sisa fungsi ginjal akan lebih awet dipertahankan. Kerja jantung akan ringan,karena bukan darah yang terpompa jantung harus dikeluarkan dulu, sehingga mengurangi resiko serangan jantung. Badan akan terasa selalu lebih bugar dari pada saat HD. Nafsu makan stabil. Tensi darah semakin lama semakin mendekati normal yang pada akhirnya menjadi normal kembali dan tidak perlu mengkonsumsi obat penurun tensi.
Permukaan kulit tidak kehitam-hitaman, karena tidak ada penumpukkan Fe.


CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis), hanya ada di RS PGI Cikini dan RS Cipto Mangunkusumo. Soal mana yang lebih baik tergantung juga pada pasiennya, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan sendiri.

Untuk yang masih bekerja, perlu dipertimbangkan: HD berarti kita harus meninggalkan kantor selama HD (minimal setengah hari). Sedangkan CAPD bisa dilakukan di kantor sambil bekerja, asalkan ruangannya memungkinkan.


Dari segi biaya: kira-kira sama, walaupun CAPD saat ini lebih mahal (7-8 juta sebulan, dibandingkan HD di beberapa tempat bisa cukup 5 juta per bulan).

Dari segi jaminan KJS atau Askes: mengurus CAPD lebih repot. Hanya RSCM yang bisa mengeluarkan cairan CAPD (Dianeal) dengan jaminan KJS atau Askes, dan untuk itu kita harus berobat ke RSCM. (Cikini menerima KJS dan Askes sebetulnya, tapi tidak untuk cairan Dianeal.) HD pilihan tempatnya lebih banyak.

Cairan Dianeal yang didapat dengan jaminan KJS juga harus diambil sendiri ke gudang farmasi RSCM, dan hanya diberikan jatah per 2 minggu. Padahal kalau pasien bayar, kita bisa beli langsung ke PT Enseval (Kalbe) dan barang diantar ke rumah.

2 komentar:

  1. Pusing bacanya, udah font-nya pink, ga jelas mana yg buat capd, mana yang buat HD. Kalo mau copy paste dari tulisan orang, ditulisin lah sumbernya.
    http://ritalaksmitasari.wordpress.com/2013/06/08/bapakku-pemakai-capd/

    BalasHapus
  2. Pengalaman pribadi ayah saya yg terkena penyakit gagal ginjal, ayah saya seorang anggota TNI , beliau dahulu sudah 2 tahun menjalani sebulan 4 x menjalani HD di rumah sakit gatot subroto, dan ayah saya minta pindah tugas agar bila tr jadi sesuatu atau maaf meninggal ayah ingin di makam kan di kampung halaman , dan pada suatu masa ada sahabat ny yang menelpon beliau dan menanyakan kabar ayah saya , dan ayah saya menjelaskan kalai beliai menderita penyakit gagal ginjal, dan sahabat ayah itu juga cerita kalau dahulu ia juga kena gagal ginjal dan sudah HD 10 x tapi sekarang sahabat ayah itu sudah sembuh kata nya , karna beliau rutin minum obat selama 3 bulan dan allah menyembuhkan ginjal nya... Sahabt ayah pun memberikan no hp si dokter 0853-6167-5232 agar segera pesan obat dari beliau dan rutin minum ny...waktu di telp ayah sempat kaget karna harga obat nya lumayan mahal ... Ayah saya pun tidak sanggup untuk membeli obat itu karna ayah harus melakukan HD tiap minggu dng biaya 500 ribu saat itu dan gaji ayah saat itu sangat lah kecil , hutang di mana mana, ayah pun menelpon sahabat ny itu ingin bilang kalau ayah ingin sembuh tapi uang gak ada karna harus HD 1 minggu sekali dng biaya 500 ribu/HD , dan ayah bilang terus terang kalau ayah saya gak sanggub dan br niat pinjam uang dari sahabt ayah saya itu untuk membeli obat itu kalau memang benar...teman ayah bilang dia mau bantu ayah saya dan obat di kasih teman ayah secara gratis dulu...kalau sembuh nanti bisa bayar, gitu kata ny. Akhir nya obat pun di kirim oleh sahabt ayah saya melalui pos. Di bulan 1 kondisi ayah semakin membaik, di bulan ke 2 ayah hanya melakukan HD 2x dalam sebulan , di bulan ke 3 dokter yg menangani ayah di rumah sakit bilang kalau ginjal ayah saya sudah kembali normal dan tak perli HD lagi ...mendengar itu ayah saya langsung sujud sukur di rumah sakit dan pasien HD lain ny pun kaget karna ayah saya sembuh...semenjak ayah saya sembuh rumah kami pun ramai di kunjungi teman senasib ayah dulu sewaktu HD dulu mereka ingin minta resep dan saran nya...sekarang ayah saya sehat wal afiat..ini lah kisah ayah saya yg tr kena gagal ginjal dan sembuh total sampai sekarang dan kisah ini memang benar ada nya tanpa ada unsur apa pun...allah menurunkan penyakit pasti ada penawar ny, obat hanya perantara ny. Yg penting kita mau br usaha semaksimal mungkin.

    BalasHapus